shape
shape
https://mtq.sumedangkab.go.id/data/images/news/tim_welcome_health_sambut_kedatangan_kafilah_mtq_1655567795.jpeg

Tim Welcome Health Sambut Kedatangan Kafilah MTQ

Kafilah MTQ ke-37 Jawa Barat dari berbagai kabupaten dan kota sudah mulai berdatangan sejak Jumat (17/6) 

untuk melakukan pendaftaran sebagai peserta. 


Sebelum memasuki ruangan pendaftaran di Gedung Asrama Haji Komplek Islamic Center Sumedang, rombongan kafilah disambut petugas Tim Welcome Health untuk menjalani protokol kesehatan Covid-19 dan diperiksa kesehatannya. 


"Selain dipastikan memakai masker, mencuci tangan dan diukur suhu badan, kafilah yang datang juga diperiksa kesehatannya, utamanya tekanan darahnya," ujar dr. Rahmatullah Sidik yang tergabung Tim Welcome Health MTQ di Asrama Haji Sumedang. 


Dikatakan Sidik, selama dua hari, 17 - 18 Juni 2022, petugas kesehatan dari Dinas Kesehatan beserta relawan yang tergabung Tim Welcome Health sengaja didatangkan untuk melayani Kafilah yang datang sebelum melakukan registrasi. 


"Tim ini gabungan dari petugas Puskesmas, PSC 119, PMI, mahasiswa Stikes Unsap dan UPI, serta dari 13 organisasi profesi seperti IBI, Pafi, Patelki, Pormiki dan lainnya. Semua bergiliran bertugas," katanya. 


Ia menambahkan, petugas melakukan screening kepada anggota kafilah, apakah mempunyai penyakit bawaan, membawa obat sendiri atau tidak, ada keluhan sakit atau tidak. 


"Selama tidak ada keluhan, berarti boleh masuk. Kita juga meminta nomor kontak koordinator kesehatan dari tiap-tiap kafilah untuk memudahkan koordinasi," ucapnya. 


Masih kata Sidik, Tim Welcome Health juga ditempatkan di tempat-tempat kafilah menginap sekaligus sebagai Posko Kesehatan. 


"Kami juga menempatkan tim yang sama di setiap penginapan maupun hotel para kafilah menginap. Posko ini ada di depan untuk pemeriksaan di awal," katanya. 


Dikatakan, selain menyambut kedatangan Kafilah, disampaikan pula nomor-nomor darurat yang bisa dihubungi kalau terjadi sesuatu terhadap peserta.

"Jadi kalau ada apa-apa, bisa langsung koordinasi. Bisa juga diakses melalui situs mtq.sumedangkab.go.id untuk informasi layanan kesehatannya," katanya. 


Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Dadang Sulaeman mengatakan, pembentukan Tim Welcome Health dimaksudkan untuk mendukung suksesnya penyelenggaraan MTQ Jabar di Sumedang, khususnya dengan memberikan pelayanan kesehatan yang optimal kepada para tamu dari luar Sumedan yang datang. 


"Sesuai dengan moto Someah Hade ka Semah, kita ingin memberikan pelayanan terbaik kepada para kafilah MTQ yang datang ke Sumedang," tuturnya. 


Dikatakan, pihaknya juga telah menempatkan para petugas di 12 lokasi berjalannya MTQ berikut 12 unit ambulans. 


"Di tiap Posko Kesehatan ada empat petugas yang standby yakni 1 dokter, 2 perawat atau bidan, dan 1 sopir ambulans," katanya. 


Kadis menambahkan, rujukan ke Rumah Sakit dilakukab apabila terdapat kasus yang tidak bisa ditangani di lokasi Posko atas hasil pemeriksaan atau saran dari dokter. 


"Evakuasi dilakukan oleh Tim Poskokes atau PSC ke RSUD. Penjemputan kembali pasien sembuh oleh ambilans Posko," ujarnya.

https://mtq.sumedangkab.go.id/data/images/news/dewan_hakim_mtq_mengikuti_orientasi_dan_pembinaan__1655567679.jpeg

Dewan Hakim MTQ Mengikuti Orientasi dan Pembinaan

Hakim adalah orang terpilihi dan sering diibaratkan sebagai wakil Tuhan di bumi  untuk memutus keadilan di antara sesama manusia. Tidak sembarangan orang bisa mendapatkan posisi tersebut. Demikian pula dengan Dewan Hakim pada Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) adalah para pengadil, yang dipilih karena  kapabilitas (fathonah) kredibilitas (shidiq), integritas (amanah), dan akuntabilitas (tabligh).


Hal itu dikatakan Drs. H. Barnas Adjidin, MM, M.MPd., Kepala Biro Kesra Pemprov Jabar yang juga Ketua Umum MTQ XXXVII Jawa Barat, pada  Orientasi dan Pembinaan Dewan Hakim di arena MTQ  XXXVII di Sapphire Sumedang, Sabtu (18/6). MTQ akan berlangsung dari tanggal 18 hingga 25 Juni 2022.


Menurutnya, Dewan Hakim adalah jabatan kehormatan, jabatan penghargaan. Karena itu, hakim adalah seorang yang terhormat dan berharga. Secara sosiologis, hakim adalah sebuah fungsi dalam kehidupan yang mewakili ketikdak-mampuan manusia untuk berbuat adil.  


Dunia peradilan adalah lapangan kehidupan manusia,  yang di dalamnya bisa kita temukan segala unsur manusiawi seperti halnya perbenturan kepentingan, persaingan antarteman sekelompok, kebahagiaan, kekecewasan, superioritas, inferioritas, kekuasaan, kecemburuan, intrik, dan akal-akalan.


“Berkaitan dengan  penyelenggaraan MTQ ini, maka keputusan hakim menjadi sahih jika  adanya kode etik Dewan Hakim yang menjamin pelaksanaan penilaian pada MTQ Jabar secara profesional tanpa adanya konflik kepentingan (conflict of interest),” ujar Barnas


Kode Etik Dewan Hakim

Barnas kemudian menegaskan kembali tentang Kode Etik Dewan jHakim. DIisebutkan eorang Dewan Hakim harus membebaskan diri dari hubungan-hubungan pribadi dengan peserta yang diperkirakan atau patut diduga menimbulkan conflict of interest.


Dewan Hakim, yang karena keahliannya, harus memiliki independensi keahlian dan tidak dapat diintervensi, dipengaruhi siapapun dan apapun. Selaon itu Dewan Hakim harus menolak setiap tawaran yang diduga atau patut diduga dapat mempengaruhi obyektifitas penilaian.


Dewan Hakim harus bekerja secara objektif tanpa memandang reputasi peserta atau lembaga tempat peserta dididik, atau unsur lingkungan lainnya. Mharus menjaga kerahasiaan setiap informasi/dokumen maupun hasil penilaian.


Dewan Hakim tidak diperkenankan mengubah atau memperbaiki data dan informasi, termasuk hasil penilaian yang telah diserahkan kepada tim pengumpul nilai, kecuali diperlukan sesuai ketentuan. “Dewan hakim juara adalah yang memiliki kredibilitas, kapabilitas, Integritas dan akuntabilitas,” ujar Barnas.


Kontributor : Eva Nurwidiawati

https://mtq.sumedangkab.go.id/data/images/news/46_orang_kafilah_mtq_ke-37_asal_kabupaten_cirebon_ikuti_pembinaan_tahap_iii___1655567692.jpeg

46 Orang Kafilah MTQ Ke-37 asal Kabupaten Cirebon Ikuti Pembinaan Tahap III

Gelaran Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-37 tahun 2022 tingkat Provinsi Jawa Barat akan segera dilaksanakan selama sepekan mulai Sabtu (25/6/2022). Utusan peserta asal Kabupaten Cirebon sudah matang mempersiapkan diri dengan serangkaian agenda pembinaan. 3 hari jelang keberangkatan, Pemerintah Daerah Kabupaten Cirebon melakukan pembinaan tahap akhir bagi 46 peserta yang akan bertanding pada 8 cabang musabaqah sejak Kamis (16/6/2022) hingga Sabtu (18/6/2022). Berlokasi di Sutan Raja Hotel Cirebon, para peserta akan mendapat pembinaan intensif dari para pelatih guna memastikan kesiapan sebelum bertanding.

Asisten Daerah Pemerintahan dan Kesra, Drs. H. Asdallah, MM, yang hadir mewakili Bupati Cirebon berpesan dalam sambutannya saat membuka acara sagar seluruh utusan yang akan berjuang nanti mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya. “Yang perlu kita perhatikan bukan hanya kesiapan kompetensi atau kemampuan peserta, tetapi kondisi kesehatan dan psikologis peserta juga harus dijaga. Silakan serap ilmu sebanyak-banyaknya dari pembimbing, manfaatkan waktu sebaiknya untuk mematangkan persiapan, tapi tetap jaga kesehatan agar semua dapat berjalan dengan lancer sesuai harapan,” ucap Asdallah. Selain itu, Asdallah juga menyampaikan optimismenya bahwa utusan dari Kabupaten Cirebon tahun ini akan menorehkan prestasi yang lebih baik dari tahun tahun sebelumnya.

Tuan rumah pelaksanaan MTQ kali ini adalah Kabupaten Sumedang, salah satu kabupaten di Provinsi Jawa barat yang sudah terkenal dengan makanan khasnya, Tahu Sumedang. Pelepasan peserta wakil Kabupaten Cirebon akan dilaksanakan pada hari Sabtu (18/6/2022) di halaman parkir Sutan Raja Hotel

5. Pelepasan Peserta akan dilaksanakan pada Hari Sabtu pagi pukul 07.30 WIB oleh Bupati Cirebon

6. Hari Jumat siang dijadwalkan Peserta dan Pembina Ziyarah ke Maqam Sunan Gunung Djati

https://mtq.sumedangkab.go.id/data/images/news/asep_sodikin_lepas_khafilah_mtq_ke-37_asal_kbb_ngamparah_1655526162.jpeg

Asep Sodikin Lepas Khafilah MTQ Ke-37 Asal KBB Ngamparah

Sekretaris Daerah Kabupaten Bandung Barat, Asep Sodikin, melepas 50 orang peserta MTQ ke- 37 asal Kabupaten Bandung Barat di Masjid Agung Ash-Siddiq, Ngamprah, pada Sabtu (18/06). Khafilah asal KBB ini akan berjuang dalam perhelatan MTQ tingkat Provinsi Jawa Barat yang diselenggarakan di Kabupaten Sumedang pada 18-25 Juni 2022. Dalam Sambutannya, Asep Sodikin berpesan kepada khafilah kabupaten Bandung Barat untuk melakukan yang terbaik.

"Keluarkan yang terbaik dari diri sendiri, biar hasil Allah SWT yang menentukan. Laksanakan dengan ikhlas, niatkan beribadah. Selamat berjuang, semoga membawa prestasi untuk diri sendiri dan bagi Kabupaten Bandung Barat secara umum," ujar Asep Sodikin.

Dalam Kesempatan yang sama, Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bandung Barat, Agus Mulyadi, juga berpesan kepada para peserta MTQ, Pembina, serta Official untuk tetap menjaga kesehatan serta tetap menerapkan protokol kesehatan.

"Pelaksanaan MTQ tingkat Provinsi dilaksanakan secara normal, tetapi jangan lupa, Pandemi belum berakhir. Tetap waspada, jaga kesehatan. Karena kesehatan merupakan salah satu faktor yang sangat penting," ujar Agus Mulyadi.

Dalam Sambutannya, Agus Mulyadi berpesan Iima hal penting, yakni para peserta harus memegang teguh ciri orang Bandung Barat dengan menjaga etika dan akhlaq, tanamkan niat ikhlas untuk beribadah, perhatikan dan pedomani apa yang telah diajarkan oleh para pembina, serta menjadi pribadi yang optimis. 

"Sopan santun dan berkata dengan baik, itulah ciri orang Bandung Barat. Mudah-mudahan tahun ini kita dapat meningkatkan prestasi dan mengharumkan nama Kabupaten Bandung Barat di Tingkat provinsi," Tutup Agus Mulyadi.

Kontributor: Ani Dwi Utami